Gelar Roadshow Jakarta, TINC Ajak Inovator Kolaborasi Kembangkan Solusi IoT untuk Industri

12 May 2019

Inovasi dan kolaborasi. Dua kata kunci itu menjadi poin utama dalam Roadshow Jakarta yang digelar Telkomsel Innovation Center (TINC) pada Rabu (8/5) lalu, di Gedung Telkomsel Smart Office, Jakarta.

Mengangkat topik “AI (artificial intelligence) and Machine Learning”, roadshow ini menjadi wadah bertemunya para inovator muda dengan praktisi dan ahli dalam bidang pengembangan teknologi.

Mereka saling bertukar gagasan mengenai bagaimana teknologi Internet of Things (IoT) mampu menghadirkan solusi bagi dunia industri.

Roadshow ini adalah salah satu rangkaian acara TINC Innovate 2019 Hack Day yang dijadwalkan berlangsung dari 8 Mei hingga puncak acara (Hack Day) pada 18 - 19 Juli 2019. Di sini para developer akan berlomba untuk merancang dan mengembangkan solusi IoT bagi industri.

 

Kolaborasi dengan Dunia Industri

Vice President Corporate Planning Telkomsel Andi Kristianto mengatakan, potensi pengembangan IoT untuk dunia industri masih terbuka lebar. Hal ini ditandai dengan gap digital yang menurutnya masih cukup tinggi di Indonesia.

“IoT itu adalah salah satu perkembangan atau dinamika dari dunia ICT (teknologi informasi dan komunikasi). Kesempatannya besar karena gap digital-nya cukup jauh dan penetrasinya masih relatif rendah. Jadi kebutuhannya banyak di mana-mana,” jelas Andi.

Melalui TINC Innovate 2019, Andi berharap kolaborasi yang terbangun antara inovator dengan berbagai kalangan bisnis dan industri diharapkan dapat menghasilkan output yang membawa benefit.

Senada dengan Andi, General Manager IoT Smart Productivity Alfian Manullang menjelaskan lebih jauh mengenai benefit yang didapat para peserta dengan mengikuti rangkaian acara TINC Innovate 2019.

Salah satunya adalah pengenalan terhadap berbagai aspek-aspek bisnis yang mestinya menjadi bagian dari desain teknologi yang akan mereka rancang.

“Dunia bisnis itu suatu ranah berbeda yang mungkin para developer startups masih belum familiar,” kata Alfian.

“Jadi (tujuannya) bagaimana kita bisa melakukan customer validation dan mengenali pain point. Sehingga, apa yang kita berikan itu cocok dengan yang dibutuhkan market. Bukan (hanya) sesuatu yang canggih, cool, dan sophisticated, tetapi tidak marketable. Ini yang mau kita bantu. Jadi kolaborasi sangat penting,” lanjut Alfian.

Head of Corporate Strategic & Technology PT United Tractors (UT) Gunadi Lie juga ikut membagi pengalamannya. Dia bercerita bagaimana perusahaan alat berat dan pertambangan tersebut melakukan digitalisasi, khususnya untuk pemeliharaan aset-aset di inventory yang bernilai triliunan.

“Kami melihat, yang membawa perubahan itu adalah teknologi. Sekarang mulai dari absensi sudah menggunakan HP. Kita juga bisa mengetahui data-data besaran pemakian listrik dan air,” papar Gunadi yang menjelaskan bagaimana perusahaannya berhasil melakukan efisiensi untuk ongkos maintenance dan sistem kerja sejak menggunakan teknologi IoT.

 

Regulasi

Selain itu, hadir pula Direktur Direktorat Standardisasi Perangkat Pos dan Informatika Kemkominfo Mochammad Hadiyana. Dia menjelaskan mengenai sisi regulasi dari pemerintah mengenai pengembangan IoT.

Hal ini penting untuk diketahui para inovator teknologi karena berkaitan dengan kenyamanan dan keamanan bersama ketika menggunakan perangkat yang saling terhubung satu sama lain.

“Kami perlu menyampaikan panduan terkait regulasi-regulasi agar inovasi yang dibuat bisa beroperasi dan terinterkoneksi dengan baik, tidak menganggu, dan aman digunakan. Kita tidak ingin suatu perangkat mengganggu perangkat lain,” ucap Hadiyana.

Setelah berinteraksi dengan para pelaku industri dan regulator, peserta yang terpilih juga diberikan pembekalan hands on experience berupa modul Nb-IoT dan akses ke platform Connectinc dan API Telkomsel.

Sejumlah challenge terkait pengembangan solusi IoT untuk industri telah dipersiapkan. Di antaranya adalah solusi IoT untuk mencegah kecelakaan kerja, efisiensi energi, dan optimasi lini produksi.

Setelah itu, para peserta mesti menyerahkan rancangan ide berdasarkan modul dan challenge yang dipilih melalui email selambat-lambatnya sepekan setelah mengikuti roadshow.

Selain di Jakarta, TINC juga mengadakan roadshow di beberapa kota, yakni di Bandung (Industrial Internet of Things), Surabaya (Supply Chain), dan Yogyakarta (Big Data). Bagi para developer, tech-enthusiasts, atau institusi pendidikan yang berminat mengikuti kompetisi ini bisa langsung mendatangi kota-kota tersebut.

Bagi yang ingin mengetahui info lebih lengkap bisa langsung mengunjungi situs innovate2019.tinc.id atau tinc.id.