Roadshow Bandung: Masalah sebagai Kunci Menemukan Solusi dan Mengapa Kolaborasi Penting?

30 November -0001

TINC, Bandung— Setelah sukses menggelar roadshow di Jakarta, Telkomsel Innovation Center (TINC) kembali menggelar acara serupa yang tak kalah inspiratif. Kali ini, roadshow digelar di kota yang didaulat sebagai salah satu jaringan kota kreatif sedunia oleh badan PBB UNESCO. Ya, kota tersebut adalah Bandung.

 

Roadshow yang digelar pada Rabu (22/5) itu mengusung tema “Industrial Internet of Things”. Para pembicara yang merupakan pakar dan praktisi dari dunia IoT industrial pun dihadirkan guna membagi pengalaman dan ilmunya kepada para peserta sekaligus kontestan TINC Innovate 2019 Hack Day.

 

Jika boleh mengambil benang merah yang disampaikan para pembicara, inti pembahasannya adalah tentang bagaimana inovasi internet of things (IoT) mampu menghadirkan solusi bagi kendala yang dihadapi dunia industri.

 

Solusi tentu tidak datang dalam semalam. Itu merupakan hasil yang telah melewati berbagai fase-fase kritis dari mulai rancangan ide, aksi, hingga kolaborasi.

 

General Manager Research Management Telkomsel Edyson Tamba menjelaskan, untuk mencapai solusi, tahapan awal yang mesti dimatangkan adalah mendefinisikan masalah. Jka masalah sudah ditemukan, maka akan jauh lebih mudah untuk merancang solusi.

 

“Untuk mengembangkan suatu IoT itu tidak sesulit yang kalian pikirkan. Caranya, cari problem-nya dulu. Apakah bisnis problem-nya rumit atau untuk mencegah human error dan mencegah eror yang berulang?” kata Edison.

 

Dia memberi contoh pada industri akuakultur. Menurutnya, industri ini bisa menjadi peluang besar untuk dijajaki praktisi IoT. Selain belum banyak dieksplorasi permasalahannya, pengembangan digitalisasi akuakultur juga mendapat support dari Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan.

 

“Ada salah satu bisnis, rumput laut. Di mana rumput laut butuh kondisi alam dengan kadar garam tertentu.  Masalah ombak yang terlalu tinggi biasanya (membuat) rumput lautnya rusak. (Sementara) knowledge-nya petani kurang. Jadi ini (bisa) dibikin solusi IoT sensor garam,” papar Edison.

 

Hal senada pun disampaikan Business Development Manager Connected Solution PT. Robert Bosch Dhuha Abdul. Dia menilai, jika sudah mampu menggagas masalah dan solusi, maka inovasi IoT yang dirancang berpeluang menembus pasar karena memang teknologinya dibutuhkan.

 

“Peluang yang tersedia bagi peserta TINC di dunia Industri cukup besar dengan potensi yang ada di Indonesia,” tutur Dhuha.

 

“Saya berharap inovasi IoT yang dibutuhkan dunia industri saat ini harus dapat mengatasi masalah yang ada di Indonesia, agar negara kita bisa compete dengan Cina atau dengan US. Jadi, Indonesia harus mengembangkan sesuatu yang unik,” tambahnya.

 

Mengapa kolaborasi?

 

Setelah masalah dan solusi terdefinisikan, maka yang dibutuhkan selanjutnya adalah berkolaborasi. Mengapa kolaborasi menjadi penting? 

 

Peneiliti pengembangan teknologi informasi dan komunikasi dari Univesitas Columbia Daniel Baskoro menjelaskan, kolaborasi dibutuhkan untuk melihat perspektif lain yang mungkin akan menjadi tahap penyempurna dari suatu inovasi.

 

“Dalam merancang sebuah inovasi, (inovator) tidak boleh hanya melihat dari satu perspektif saja. Teknologi inovasi yang tepat harus dapat terbuka dalam berpikir dari berbagai sudut pandang. Terutama dari sudut pandang orang-orang yang ahli di bidang tersebut. Oleh karena itu diperlukan networking,” kata Daniel.

 

Selain berdiskusi dengan para pakar, peserta yang hadir pada roadshow Bandung juga diberikan pembekalan hands on experience berupa modul Nb-IoT dan akses ke platform Connectinc dan API Telkomsel.

 

Mereka mesti bersiap untuk menerima challenge terkait pengembangan solusi IoT untuk industri yang di antaranya adalah solusi IoT untuk mencegah kecelakaan kerja, efisiensi energi, dan optimasi lini produksi.

 

Banyak keuntungan yang bisa diperoleh bagi para peserta TINC Innovate 2019. Setelah berdiskusi, pembekalan hands on experience, tim yang terpilih sebagai pemenang akan mengikuti program inkubasi dengan mentoring langsung dari Telkomsel dan para pakar di bidangnya.

 

Tujuannya untuk mematangkan inovasi yang telah dirancang agar mampu menembus pasar industri di Indonesia.

 

“Kita ingin kolaborasi ini tidak hanya sebatas ide, develop dan selesai. Tetapi kita utamakan untuk jangka panjang. TINC Innovate 2019 tidak hanya mendapat dukungan dari Telkomsel saja, tetapi juga dari technology provider dan para ahli mengenai industrial IoT solutions,” jelas Business Development Management for Telkomsel Innovation Center (TINC) Amelia Kemalasari

 

 

Setelah roadshow di Jakarta dan Bandung, agenda roadshow selanjutnya dijadwalkan digelar di Yogyakarta (Big Data) pada 19 Juni dan Surabaya (Supply Chain) 25 Juni. Bagi para developer, tech-enthusiasts, atau institusi pendidikan yang berminat mengikuti kompetisi ini bisa langsung mendatangi kota-kota tersebut.

 

Bagi yang ingin mengetahui info lebih lengkap bisa langsung mengunjungi situs innovate2019.tinc.id atau tinc.id.